1. Membaca makin jauh, kencing makin dekat.
2. Dulu tidur berhadap-hadapan, sekarang beradu pantat.
3. Dulu suka pakai minyak wangi, sekarang sering pakai minyak angin
4. Dulu 12 kali lebih dalam sebulan, sekarang belum tentu sekali sebulan
5. Dulu keras sekali selama menunggu, sekarang lama sekali menunggu keras.
6. Dulu langsung ON, sekarang langsung Down
7. Dulu sering tanyaâ€HO SEH BOâ€, sekarang “SEHAT BOâ€
8. Dulu kencing asin, sekarang banyak yang sudah kencingnya manis
9. Dulu sering ajak makan enak, sekarang ajak makan obat
10. Dulu korbankan kesehatan demi kekayaan, sekarang korbankan kekayaan demi kesehatan
11. Dulu mengkritik generasi tua, sekarang mencela generasi muda
12. Dulu bermimpi untuk mengubah dunia, sekarang jadi insomnia karena dunia berubah terus.
13. Dulu dongkol karena nggak dikasih, sekarang jengkel karena ditagih.
14. Dulu pemburu nikmat, sekarang diburu tobat ... ampuuuuun ... ..
15. Dulu sering mengacungkan jari kelingking, sekarang mengacungkan jari telunjuk.
16. Dulu sering pake kaca mata, sekarang matanya sering berkaca-kaca.
17. Dulu sering "unjuk gigi", sekarang "unjuk gusi".
18. Dulu pandangan hidup (dipandang sudah hidup) sekarang jadi pegangan hidup (dipegang-pegang baru hidup)... kacian deh...
Jumat, 14 September 2012
Kawin Lari Itu Menyehatkan
Atlit A : "Olahraga paling sehat dan baik itu adalah lari, karena selain murah juga merupakan ibu dari olahraga sebab banyak cabang olahraga yang didalamnya ada unsur gerakan lari."
Atlit B : "Kamu itu..., fanatik banget sama lari..., besok kalau udah bosen pacaran mau kawin lari juga ya?"
Atlit A : "Kalau itu sih nggak, karena kawin yang sehat adalah yang sesuai prosedur yaitu kawin dengan disetujui orang tua."
Atlit B : "Menurut saya itu malah nggak sehat, lihat aja karena terlalu lama duduk dipelaminan badan bisa pegel-pegel, bisa-bisa malem pertama tinggal capeknya aja."
Atlit A : "Terus menurut kamu kawin lari lebih sehat?"
Atlit B : "Tentu dong, coba aja kamu besok kawin lari, kawinnya di stadion habis kawin terus lari-lari untuk jaga stamina !!!"
Atlit A : "????...,Huh..dasar atlit mesum!!!"
Atlit B : "Kamu itu..., fanatik banget sama lari..., besok kalau udah bosen pacaran mau kawin lari juga ya?"
Atlit A : "Kalau itu sih nggak, karena kawin yang sehat adalah yang sesuai prosedur yaitu kawin dengan disetujui orang tua."
Atlit B : "Menurut saya itu malah nggak sehat, lihat aja karena terlalu lama duduk dipelaminan badan bisa pegel-pegel, bisa-bisa malem pertama tinggal capeknya aja."
Atlit A : "Terus menurut kamu kawin lari lebih sehat?"
Atlit B : "Tentu dong, coba aja kamu besok kawin lari, kawinnya di stadion habis kawin terus lari-lari untuk jaga stamina !!!"
Atlit A : "????...,Huh..dasar atlit mesum!!!"
Menilai PSK Dari Jenis Rokoknya
Menilai PSK dari jenis rokoknya.
1. Mild , suka cowok cakep, yang kecil ,gak terlalu panjang, tapi cepet kehabisan tenaga.
2. Menthol, type ini suka cowok cakep, yang kecil, gak terlalu panjang, cepet kehabisan tenaga DAN kalau klimaks ngos ngosan.
3. Kretek, kalau yang ini cakep bukan ukuran,yang penting keras, padat, tahan lama.
4. Kretek filter, pake' kondom napa mas'. Kalimat yang selalu diucapkan cewek jenis ini.
5. rokok putih, biasanya mereka menyukai kecepatan, cepat keluar-cepat bayar.
6. Cerutu, walaupun jarang cewek ngisep cerutu,tapi bila memang ada mungkin pembaca lebih faham.
7. Rokok linting, dia biasanya gak peduli, mau tua, mau muda, yang penting kaya.
8. Minta rokok, ngemis mah kalau ini, wkwkwk, lagian serius amat.
1. Mild , suka cowok cakep, yang kecil ,gak terlalu panjang, tapi cepet kehabisan tenaga.
2. Menthol, type ini suka cowok cakep, yang kecil, gak terlalu panjang, cepet kehabisan tenaga DAN kalau klimaks ngos ngosan.
3. Kretek, kalau yang ini cakep bukan ukuran,yang penting keras, padat, tahan lama.
4. Kretek filter, pake' kondom napa mas'. Kalimat yang selalu diucapkan cewek jenis ini.
5. rokok putih, biasanya mereka menyukai kecepatan, cepat keluar-cepat bayar.
6. Cerutu, walaupun jarang cewek ngisep cerutu,tapi bila memang ada mungkin pembaca lebih faham.
7. Rokok linting, dia biasanya gak peduli, mau tua, mau muda, yang penting kaya.
8. Minta rokok, ngemis mah kalau ini, wkwkwk, lagian serius amat.
Tidak Ingin Membayar Jasa Dokter
Pasien menjabat tangan dokternya di rasa syukur dan berkata, "Karena kita adalah yang sahabat karib, aku tidak ingin menghinamu dengan menawarkan pembayaran. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku telah menyebutkan namamu dalam surat wasiatku."
"Itu baik sekali," kata dokter emosional, dan kemudian menambahkan, "Dapatkah aku melihat resep yang tadi aku berikan? Aku ingin membuat sedikit perubahan..."
"Itu baik sekali," kata dokter emosional, dan kemudian menambahkan, "Dapatkah aku melihat resep yang tadi aku berikan? Aku ingin membuat sedikit perubahan..."
Kamis, 13 September 2012
Kambing Makan Rumput
Di kota jakarta, ada 2 orang preman bodoh yang selalu bikin onar dan tidak disukai oleh orang-orang sekitarnya.
Suatu hari, mereka berdua mengunjungi sebuah warung sate untuk makan malam.
Setelah mereka duduk, datanglah pelayan warung tersebut untuk mengambil order.
Setelah mereka duduk, datanglah pelayan warung tersebut untuk mengambil order.
Pelayan : Makan apa pak?
Preman 1 : Saya minta sate ayam.
Pelayan : Kalo bapak apa?
Preman 2 : Kambing (maksudnya sate kambing)
Pelayan : Oh.. Kambing makan apa?
Preman 2 : Kambing? Ya makan rumput la…
Pelayan : Okey. Sate ayam satu porsi sama rumput satu porsi.
Preman : ???????????? (masih ngak ngerti apa yang terjadi)
Preman 1 : Saya minta sate ayam.
Pelayan : Kalo bapak apa?
Preman 2 : Kambing (maksudnya sate kambing)
Pelayan : Oh.. Kambing makan apa?
Preman 2 : Kambing? Ya makan rumput la…
Pelayan : Okey. Sate ayam satu porsi sama rumput satu porsi.
Preman : ???????????? (masih ngak ngerti apa yang terjadi)
Dimandikan Istri
Tony sedang termenung menatap kalender ketika bosnya menghampirinya.
“Ton, kamu kesambet ya? Dari tadi dipanggil-panggil kok diem aja” kata si bos.
“Ups… maap Bos. Udah seminggu ini bete, Bos. Apalagi sekarang tanggal tua” sahut Tony.
“Aku pernah seperti itu. Kemudian aku coba untuk pulang lebih awal lalu minta istriku untuk memandikanku. Seminggu kemudian, semangat kerjaku pulih, tanggal tua tanggal muda, tetap semangat” kata si bos.
“Ups… maap Bos. Udah seminggu ini bete, Bos. Apalagi sekarang tanggal tua” sahut Tony.
“Aku pernah seperti itu. Kemudian aku coba untuk pulang lebih awal lalu minta istriku untuk memandikanku. Seminggu kemudian, semangat kerjaku pulih, tanggal tua tanggal muda, tetap semangat” kata si bos.
Seminggu kemudian. si bos mendapati Tony lembur sampai malam.
“Wah, rupanya semangat kerjamu sudah pulih” tegurnya.
“Iya nih, Bos. Saran Bos sangat manjur. Omong-omong, air panas di kamar mandi di rumah Bos agak macet tuh” kata Tony.
“Hah?” si bos terkejut…
“Iya nih, Bos. Saran Bos sangat manjur. Omong-omong, air panas di kamar mandi di rumah Bos agak macet tuh” kata Tony.
“Hah?” si bos terkejut…
Sudah Lama Menikah
Seorang pria setengah baya yang menggandeng pasangannya, seorang wanita muda menuju ke sebuah hotel ternama. “Mas, gimana kalau di hotel ini ada yang mengenali kita?” kata si wanita.
“Tenang saja, Dik. Nggak mungkin ada yang mengenali kita” kata si pria. “Gini aja Mas, kita berlagak pasangan resmi aja. Tapi gimana caranya ya supaya kita keliatan seperti suami-istri yang sudah lama menikah?” kata si wanita.
“Gampang itu, Dik. Nanti, saat masuk hotel, kamu saja yang bawa kopernya” sahut si pria.
(begitukah lelaki kalo udah lama menikah????????)
Balon milik emak
Pada suatu hari, seorang bocah kecil sedang mandi bersama ibunya. Kemudian dia bertanya kepada ibunya, "Bu, apa yang ada di dada Ibu itu?"
Bingung menjawab, sang ibu bilang,"Tanya saja sama Bapakmu besok waktu sarapan."
Keesokan harinya ketika sedang sarapan dengan Bapaknya, si bocah bertanya, "Pak! Tau nggak benda apa yang ada di dada Ibu?"
Si Bapak walaupun bingung tapi dapat cepat menjawab "Ooh... itu balon, sayang, nanti kalo Ibu meninggal, kita bisa meniupnya supaya Ibumu bisa terbang ke surga."
Si bocah mengangguk-angguk mengerti. Beberapa minggu kemudian, si Bapak pulang lebih awal dari kantor. Di depan rumah, dia melihat anaknya lari ke arahnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Bapak...! Ibu mau meninggal.." katanya memelas.
Setelah menenangkan anaknya si Bapak pun bertanya,"Mengapa kau mengira Ibumu mau meninggal?"
Si bocah menjawab,"Tadi Oom tetangga seberang meniup balon Ibu, dan Ibu berteriak "Oohh...! Ayo teruskan, aku hampir sampai..!"
Langganan:
Postingan (Atom)